IPv4 VS IPv6; PENGERTIAN, KEKURANGAN, KELEBIHAN, & PERBEDAAN





Pengertian IPv4 dan IPv6


Berikut ini adalah pengertian dari IPv4 dan IPv6:

  • IPv4

IPv4 adalah versi IP yang sering dipakai untuk mengidentifikasi perangkat pada sebuah jaringan menggunakan alamat. 

Ini adalah versi pertama IP yang digunakan untuk produksi di ARPANET pada 1983.

IPv4 menggunakan skema 32-bit untuk menyimpan alamat sebanyak lebih dari 4 miliar, dan dianggap sebagai IP utama dan dan berpengaruh pada 94% traffic di internet.

  • IPv6

IPv6 adalah versi yang lebih baru dari IPv4 yang diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan alamat internet, selain itu juga untuk memperbaiki masalah yang ada pada IPv4.

Dikembangkan oleh teknisi internet pada tahun 1994, pengembangan itu kini disebut dengan IPv6.

Dengan skema 128-bit, memungkinkan dapat menyimpan alamat IP unik sebanyak 340 undecillion.

Jika Anda belum tahu, undecillion adalah bilangan yang memiliki angka 0 sebanyak 36, yang mana itu berkali-kali lipat lebih banyak dibandingkan kapasitas yang dimiliki IPv4.

IPv6 juga sering disebut dengan IPng (internet protocol next generation).

Perbedaan IPv4 dan IPv6

Kami merangkum beberapa perbedaan IPv4 dan IPv6 dari banyak aspek sekaligus, langsung saja ke pembahasannya berikut ini.

A. Fitur 

Dari segi fitur, tentu keduanya juga berbeda, adapun perbedaan IPv4 dan IPv6 dari segi fiturnya:

  • Fitur IPv4
  1. Mendukung protokol tanpa koneksi
  2. Dapat menciptakan lapisan komunikasi virtual (virtual communication layer) melalui perangkat yang berbeda-beda
  3. Tidak banyak menggunakan banyak memori, dan alamatnya mudah diingat
  4. Protokol sudah didukung oleh jutaan perangkat
  5. Dapat menyimpan alamat IP sebanyak lebih dari 4 miliar
  • Fitur IPv6
  1. Menggunakan infrastruktur routing dan addressing secara sistematis
  2. Mendukung quality of services (QoS)
  3. Merupakan protokol yang sangat ideal apabila digunakan untuk interaksi node
  4. Mampu menyimpan alamat IP hampir tidak terbatas

Selain itu, perbedaan keduanya terletak pada format alamat yang dimiliki.

Jika pada IPv4 rangkaiannya dipisahkan oleh titik, sedangkan pada IPv6 dipisahkan menggunakan titik dua.

Contohnya adalah 172.217.10.1 untuk IPv4, dan 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334 untuk IPv6.

B. Konfigurasi

Jaringan harus dikonfigurasi baik secara manual atau dengan DHCP, selain itu IPv4 juga memiliki beberapa lapisan yang berfungsi untuk menangani pertumbuhan internet yang pesat, yang mana itu membutuhkan lebih banyak usaha dan maintenance.

Sedangkan pada IPv6 sudah mendukung fitur konfigurasi secara otomatis.

C. Keamanan

Untuk keamanan, IPv4 tidak menyediakan enkripsi dan autentikasi, sedangkan pada IPv6 sudah menyediakan enkripsi dan autentikasi.

Header IPsec header sebagai keamanan hanya pada IPv4 hanyalah sebagai fitur pelengkap saja, dan pada IPv6 IPsec dipakai sebagai standar keamanan yang wajib dimiliki.

Artinya, dari segi keamanan IPv6 sudah lebih baik dibanding IPv4.

D. Routing

Perlu Anda ketahui, routing adalah sebuah proses di mana sebuah data/paket dapat terkirim ke tujuan dari lokasi yang berbeda.

Performa IPv4 akan menurun dan ukuran table routing yang semakin membesar, yang merupakan dampak dari pemeriksaan header pada masing-masing hopo switch dan router.

Nah, sedangkan pada IPv6 sudah memiliki sistem routing yang lebih baik dan efisien dan mampu mengelola table routing yang lebih besar.

E. Mobilitas

Dari sisi mobilitasnya, tentu IPv6 lebih unggul dibandingkan IPv4, karena IPv4 mobilitasnya masih terbatas pada kemampuan roaming ketika berpindah antarjaringan.

Sedangkan pada IPv6 sudah dapat mencukupi kebutuhan mobilitas yang tinggi melalui roaming antarjaringan dengan tetap menjaga proses sambungan.

F. Jumlah Octet

Pada IPv4, jumlah octet yang ada adalah 4, karena skema 32-bit terbagi 4 octet (1 octet= 8 bit), dan hasilnya adalah 4.

Sedangkan untuk IPv6 yang memiliki skema 128-bit, jumlah octet-nya sebanyak 16 yang terdiri dari dua bidang dan masing-masing bidang berisi dua octet.

Kekurangan IPv4 dan IPv6

Kekurangan IPv4 dan IPv6 adalah:

IPv4

  • Harus dikonfigurasi secara manual atau dengan DHCP IPv4
  • Dukungan terhadap IPsec hanya bersifat opsional, tidak wajib
  • Hanya memiliki kapasitas penyimpanan alamat sebanyak 4 miliar, tetapi nyatanya tidak mencapai 4 miliar karena terdapat beberapa pembatasan.

IPv6

  • Kompabilitas yang masih rendah, sebagian besar perangkat masih menggunakan IPv4 ketika mengakses internet.

Tentu akan membutuhkan pembaruan perangkat yang mendukung IPv6 untuk dapat menggunakan IPv6.

  • Transformasi yang lambat, IPv6 memang diperkenalkan secara luas pada tahun 1995, tetapi besaran pengguna di dunia hanya sebesar 35% saja.

Kelebihan IPv4 dan IPv6

IPv4

  • Ukuran paket pada link layer tidak batasannya dan harus dapat menyusun kembali paket yang berukuran sebesar 576 byte
  • Rute informasi yang dikelola tidak memerlukan keseluruhan 32-bit, tetapi hanya beberapa bagiannya saa.

Sehingga ukuran informasi ukuran yang disimpan di dalam router menjadi lebih kecil.

IPv6

  • Cepat, karena IPv6 tak lagi bergantung kepada Network Address Translation (NAT) sehingga mempercepat proses pengiriman data. Terlebih lagi jika pada perangkat mobile akan dapat lebih cepat karena koneksinya tidak harus melewati NAT.
  • Efektif, karena ukuran routing table lebih kecil dibanding IPv4, maka proses routing dapat lebih sistematis dan tentunya efektif.
  • Aman, IPv6 sudah dapat menghindari serangan ke ARP (address resolution protocol) yang dapat mengalihkan lalu lintas jaringan kemudian mengalihkannya.
  • Hemat Bandwidth, penggunaan bandwidth dapat lebih hemat karena sudah mendukung multicast.
  • Konfigurasi yang Mudah, IPv6 sudah mendukung konfigurasi secara otomatis, sehingga dapat lebih memudahkan dan menghemat waktu.
SUMBER : https://www.hostinger.co.id/tutorial/perbedaan-ipv4-dan-ipv6#:~:text=Pada%20dasarnya%2C%20perbedaan%20IPv4%20dan,huruf)%20berukuran%20128%2Dbit.

Komentar

  1. Alamat unicast global ipv4 mirip Dengan alamat pubilc dalam ipv4 dikenal juga sebagai?

    BalasHapus
  2. apa saja perbedaan ipv4 dengan ipv6?

    BalasHapus
    Balasan
    1. IPv4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual. IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis. IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan.

      Hapus
  3. Balasan
    1. IPv4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual. IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis. IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan.

      Hapus
  4. Balasan
    1. IPv4

      Harus dikonfigurasi secara manual atau dengan DHCP IPv4
      Dukungan terhadap IPsec hanya bersifat opsional, tidak wajib
      Hanya memiliki kapasitas penyimpanan alamat sebanyak 4 miliar, tetapi nyatanya tidak mencapai 4 miliar karena terdapat beberapa pembatasan.
      IPv6

      Kompabilitas yang masih rendah, sebagian besar perangkat masih menggunakan IPv4 ketika mengakses internet.
      Tentu akan membutuhkan pembaruan perangkat yang mendukung IPv6 untuk dapat menggunakan IPv6.

      Transformasi yang lambat, IPv6 memang diperkenalkan secara luas pada tahun 1995, tetapi besaran pengguna di dunia hanya sebesar 35% saja.

      Hapus
  5. Balasan
    1. IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan lain. IPv6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BRIGHT COMPLETE SUNSCREEN

MATERI DASAR TJKT CP7

Pengertian Fiber Optik , Fungsi, kelebihan dan Kekurangan